Tampilkan postingan dengan label info makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info makanan. Tampilkan semua postingan

Untuk Menurunkan Kolesterol: Pilih Tomat atau Obat?

Likopen yang terdapat dalam tomat dan buah-buahan berwarna merah lainnya adalah zat yang efektif untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL). Demikian kesimpulan hasil penelitian oleh University of Adelaide, Australia, yang diterbitkan dalam jurnal Maturitas (2011; 68: 299-310). Menurut studi yang melibatkan 700 orang itu, likopen pada tomat sama efektifnya dengan obat-obatan penurun kolesterol, tanpa nyeri otot atau rasa lemas yang merupakan efek samping dari obat-obatan tersebut.
Bagi Anda yang mendambakan solusi alami untuk masalah kolesterol, ini adalah berita gembira! Terlebih lagi, selain menurunkan kolesterol, likopen juga membantu Anda mengurangi tekanan darah, melindungi dari kanker, mencegah katarak dan degenerasi makula serta penyakit lainnya.

Dosis harus tinggi

Para peneliti menemukan bahwa likopen dosis tinggi (25 mg atau lebih per hari)? tetapi tidak dosis rendah-- mengurangi kolesterol jahat dan menurunkan tekanan darah sistolik. Konsumsi 25 mg likopen setiap hari dapat menurunkan kolesterol jahat sekitar 10%. Hasil tersebut setara dengan efek dosis rendah dari statin (obat yang umumnya diambil untuk menurunkan kolesterol darah). Likopen sejumlah itu dapat diperoleh dari 50 gram saus tomat, 100 gram tomat utuh atau 300 ml jus tomat.

Likopen pada Tomat

Secara kimiawi, likopen terdapat dalam dua bentuk, yang disebut cis dan trans. Tomat mentah kaya akan likopen dalam bentuk trans. Namun, bentuk ini sulit diserap oleh tubuh. Memasak tomat mengubah bentuknya menjadi cis. Oleh karena itu, tomat olahan dalam bentuk saus atau pasta memberikan lebih banyak likopen ke tubuh kita daripada tomat mentah. Memakan tomat bersamaan dengan lemak dan karotenoid lain seperti beta-karoten (banyak terdapat pada wortel) meningkatkan tingkat penyerapan likopen dalam usus. Jadi, memakan tomat dalam pizza atau mencampur jus tomat dengan wortel lebih efektif untuk memberikan asupan likopen dibandingkan hanya memakan tomat saja.

Alternatif tomat

Bagi Anda yang memiliki kolesterol tinggi, silakan menerapkan temuan ini. Namun, bila Anda merasa bosan karena harus makan tomat sebanyak itu setiap hari, Anda bisa menyelingi dengan makanan lain yang mengandung likopen. Likopen adalah bagian dari keluarga karotenoid, pigmen antioksidan yang memberikan warna kuning-oranye pada buah-buahan dan sayuran. Selain tomat, semangka merah, jeruk, pepaya, dan jambu biji juga kaya akan likopen. Bila mengonsumsi buah-buahan itu juga membuat bosan, jangan khawatir. Masih ada banyak makanan lain yang dapat menurunkan kolesterol.

Makanan Super Itu Bernama Tempe

Banyak orang meremehkan tempe sehingga seringkali menggunakan tempe untuk asosiasi negatif. Misalnya, orang yang bermental lembek disebut ?bermental tempe?. Tempe pun sering dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai makanan masyarakat bawah. Padahal, tempe sebenarnya adalah ?makanan super? yang banyak sekali keunggulannya. Sebagai makanan yang berbahan kedelai, tempe memiliki semua manfaat kesehatan dari kedelai plus manfaat lain dari hasil proses fermentasi. Berikut adalah beberapa keunggulan tempe:

1. Kaya serat

Satu porsi tempe mengandung serat lebih dari yang dikonsumsi sebagian besar orang dalam satu hari. Serat sangat penting untuk kesehatan saluran pencernaan dan mencegah berbagai penyakit kronis.

2. Mudah dicerna

Tempe adalah pilihan yang cocok untuk orang yang mengalami masalah pencernaan. Proses fermentasi sangat mengurangi oligosakarida yang membuat kacang-kacangan sulit dicerna oleh sebagian orang. Kedelai pada tempe lebih lembut karena proses fermentasi menghasilkan enzim-enzim yang mem-pracerna sebagian besar nutrisi dasarnya. Enzim fitase pada tempe meningkatkan penyerapan mineral seperti zinc, besi dan kalsium.

3. Rendah natrium

Bila Anda memiliki hipertensi, tempe adalah makanan ideal untuk Anda. Tidak seperti produk kedelai lain seperti tauco dan kecap asin, tempe sangat rendah natrium.

4. Mengandung antibiotik alami

Tempe mengandung zat antibiotik yang melawan berbagai organisme penyebab penyakit. Tempe dapat digunakan sebagai obat alami untuk disentri dan masalah pencernaan karena infeksi lainnya.

5. Baik untuk pasien diabetes

Protein dalam tempe sangat baik untuk pasien diabetes, yang cenderung memiliki masalah dengan sumber protein hewani. Protein dan serat dalam tempe juga dapat mencegah kadar gula darah tinggi dan membantu menjaga kadar gula darah tetap di bawah kontrol.

6. Mencegah berbagai penyakit

Tempe dan makanan berbasis kedelai lainnya mengandung isoflavon, senyawa fitokimia yang hanya ditemukan pada tumbuhan. Isoflavon adalah sejenis fitoestrogen yang menyerupai estrogen manusia dalam struktur kimia, namun lebih lemah. Dengan meniru estrogen di lokasi tertentu dalam tubuh, isoflavon memberikan banyak manfaat kesehatan yang membantu Anda menghindari berbagai penyakit. Selain pada kedelai, isoflavon juga ditemukan pada kacang-kacangan lain, namun konsentrasi isoflavon pada kedelai adalah yang tertinggi. Seratus gram tempe mengandung sekitar 43,52 mg isoflavon. Dalam berat yang sama, kacang polong dan kacang tanah masing-masing hanya mengandung 2,42 mg dan 0,26 mg isoflavon.
Beberapa manfaat isoflavon:
  • Menurunkan risiko kanker. Isoflavon bertindak sebagai estrogen lemah yang mengikat reseptor estrogen dan memblokir beberapa efek merugikan dari estrogen yang mendukung pertumbuhan sel kanker. Efek ini serupa dengan cara kerja Tamoxifen, obat resep untuk mengobati kanker payudara, yang bertindak sebagai anti-estrogen dengan mengikat reseptor estrogen dan memblokir efek estrogen yang mendukung pertumbuhan sel-sel kanker. Studi epidemiologis menunjukkan bahwa diet yang kaya kedelai dapat memberikan perlindungan dari beberapa kanker, termasuk kanker payudara, kelenjar prostat dan usus besar.
  • Peningkatan kesehatan tulang. Konsumsi isoflavon telah terbukti mengurangi kehilangan massa tulang dan memperlambat kehilangan kalsium dalam studi osteoporosis pada hewan. Obat anti-osteoporosis Ipriflavon adalah sintetis isoflavon yang diresepkan di Eropa untuk mengurangi resorpsi tulang pada wanita pasca-menopause. Selain itu, kedelai banyak mengandung kalsium.
  • Menurunkan tekanan darah. Penelitian tahun 2005 di AS menunjukkan bahwa diet kaya kedelai dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi hingga 10%.
  • Meringankan gejala menopause. Pada wanita yang mengalami menopause di mana produksi estrogen menurun, fitoestrogen dapat menghasilkan aktivitas estrogenik untuk meringankan gejala-gejala seperti kegerahan (hot flushes). Di Jepang, di mana konsumsi kedelai sangat tinggi, gejala menopause jarang dilaporkan.
  • Menurunkan kolesterol. Isoflavon adalah anti-oksidan yang membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) serta meningkatkan kolesterol baik (HDL). Selain isoflavon, kedelai juga memiliki zat yang disebut saponin, yang secara signifikan menurunkan kolesterol. Tempe dan produk kedelai lainnya banyak mengandung saponin. Kedelai mentah mengandung antara 2 dan 5 g saponin per 100 g. Penelitian tahun 1997 oleh Dr Rene Malinow di Oregon Regional Primate Center menunjukkan secara meyakinkan bahwa saponin mengikat kolesterol dan asam empedu dalam usus sehingga memungkinkan pembuangan mereka. Efek ini sama dengan cara kerja obat penurun kolesterol cholestyramine.

7. Murah dan bergizi

Tidak kalah penting dari semuanya, tempe jauh lebih murah dibandingkan sumber protein lainnya, dengan kandungan gizi yang tidak kalah banyak. Terima kasih kepada Pemerintah yang selalu menjaga harga kedelai agar tetap terjangkau masyarakat!
Nah, setelah mengetahui keunggulan-keunggulan tempe di atas, seharusnya Anda bangga bila lain kali ada orang mengatakan Anda ?bermental tempe?. Artinya, Anda memiliki mental yang hebat!

Sekilas Tentang Vitamin E

Vitamin E bukanlah zat tunggal, tetapi sekelompok zat yang meliputi empat macam tokoferol dan empat macam tokotrienol (alfa, beta, gama dan delta). Pada manusia, alfa-tokoferol adalah bentuk yang paling efektif. Suplemen vitamin E biasanya hanya mengandung alfa-tokoferol. Sebagai vitamin esensial, vitamin E tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga kita harus mendapatkannya dari makanan. Sumber utama vitamin E adalah sayuran, buah-buahan dan biji-bijian seperti jagung, pepaya, alpukat, kedelai dan minyak goreng.
Vitamin E dapat rusak oleh pemanasan dan penyimpanan. Industri pengolahan makanan seringkali menambahkan vitamin E sintetis ke dalam makanan untuk mengkompensasi kehilangan tersebut.

Fungsi dalam tubuh

Vitamin E memiliki beberapa fungsi dalam tubuh. Seperti halnya vitamin C dan A , vitamin E adalah antioksidan alami yang bekerja sebagai penetralisir radikal bebas, molekul agresif yang merusak sel-sel tubuh. Jumlah radikal bebas dapat meningkat oleh stres, merokok atau paparan sinar matahari. Karena radikal bebas meningkatkan risiko penyakit seperti kanker, serangan jantung atau katarak, antioksidan dapat mengurangi risiko penyakit-penyakit tersebut sampai batas tertentu. Vitamin E juga mendukung pertahanan tubuh dan melindungi dari aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah).

Kebutuhan vitamin E

Satuan vitamin E dinyatakan dalam miligram dan IU (International Unit) yaitu satuan khusus untuk vitamin dan zat-zat biologis aktif lainnya. Definisi IU berbeda antar vitamin. Tidak ada kesetaraan antar vitamin yang berbeda dan bahkan antar jenis dalam satu kelompok vitamin. Misalnya, satu IU vitamin E tidak memiliki jumlah miligram yang sama dengan satu IU vitamin A. Satu IU vitamin E alami memiliki jumlah miligram yang berbeda dengan vitamin E sintetis.
Kita hanya membutuhkan vitamin E dalam jumlah yang sedikit setiap hari, hanya 14 mg untuk pria dewasa dan 12 mg untuk wanita dewasa. Ibu hamil dan menyusui memerlukan sedikit lebih banyak. Kebutuhan vitamin E juga meningkat pada orang yang merokok, stres, berpenyakit jantung dan memiliki imunitas lemah.
Jumlah yang paling sering direkomendasikan untuk suplemen vitamin E pada orang dewasa adalah 400 sampai 800 IU per hari. Namun, beberapa ahli menyarankan agar cukup mengambil 100 hingga 200 IU per hari, karena penelitian jangka panjang menunjukkan tidak ada manfaat tambahan dari asupan melebihi jumlah tersebut.

Kekurangan vitamin E

Kekurangan vitamin E sangat jarang terjadi. Kebanyakan orang mendapatkan vitamin E yang cukup melalui makanan mereka. Vitamin E adalah vitamin larut lemak, yang berarti bahwa tubuh kita dapat menyimpan vitamin tersebut di dalam hati sebagai cadangan. Selama Anda makan berbagai makanan seperti sayuran, buah, biji-bijian dan jumlah moderat lemak tak jenuh dari minyak nabati, Anda mendapatkan vitamin E yang cukup setiap hari.
Suplemen vitamin E tidak diperlukan. Tubuh kita akan mengambil vitamin E dari cadangan di liver jika kita kurang mendapatkan asupan dari makanan. Jika kita terus-menerus memiliki pola makan rendah vitamin E, barulah kita dapat mengalami defisiensi.
Selain karena kekurangan asupan, kekurangan vitamin E dapat disebabkan oleh gangguan penyerapan usus (misalnya, malabsorbsi lemak) dan masalah lain. Orang dengan cacat genetik pada protein yang mentransfer vitamin E yang disebut trombotik trombositopenik purpura (TTP) memiliki defisiensi vitamin E parah, yang ditandai dengan darah rendah dan gangguan saraf progresif. Penderita diabetes berusia lanjut juga cenderung menunjukkan penurunan yang signifikan dalam vitamin E di serum darah mereka, terlepas dari pola makan mereka. Kekurangan vitamin E yang parah dapat memberikan gejala-gejala seperti konsentrasi buruk, kelemahan otot, dan peningkatan kerentanan terhadap infeksi.

Overdosis vitamin E

Sebagai vitamin yang larut dalam lemak, vitamin E dapat terakumulasi dalam tubuh, sehingga lebih berisiko overdosis daripada vitamin lain yang larut dalam air. Dosis tinggi vitamin E harian (terutama jika diambil dalam jangka panjang) dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti kelelahan, kelemahan, sakit kepala, mual, diare, sakit perut, kembung, dan peningkatan risiko perdarahan (yang dapat mengakibatkan pendarahan internal berbahaya).

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes