Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minyak Zaitun Menurunkan Risiko Stroke

Minyak zaitun dapat menurunkan risiko stroke pada lansia. Demikian kesimpulan penelitian terbaru yang dilakukan di tiga kota Prancis pada orang-orang berusia 65 tahun ke atas yang diamati selama rata-rata 5 tahun. Para lanjut usia yang secara teratur memasak dengan minyak zaitun atau menggunakannya dalam salad dressing diketahui berisiko stroke 41% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya. Dari 7625 lansia yang diamati, 148 orang mengalami stroke di masa penelitian. Tingkat stroke secara keseluruhan adalah 1,5% pada kelompok pengguna minyak zaitun dan 2,6% pada non-pengguna. Hasil tersebut dilaporkan dalam jurnal Neurology

Efek substitusi?

?Kami tidak dapat menyimpulkan dari studi ini aspek minyak zaitun apa yang mencegah stroke,? kata peneliti utama, Cecilia Samieri dari Universitas Bordeaux. ?Mungkin ada efek substitusi,? tambahnya. Mengonsumsi lebih sedikit lemak jenuh berbahaya meningkatkan kesehatan pengguna minyak zaitun. Sebagaimana kita ketahui, minyak-minyak lain seperti minyak mentega, minyak bunga matahari dan lemak hewani dapat meningkatkan risiko stroke dan masalah kardiovaskuler lain. Unsur-unsur minyak zaitun sendiri, termasuk asam oleat atau polifenol, juga mungkin memegang rahasia efek perlindungannya, kata Samieri. Polifenol adalah nutrisi antioksidan yang mengurangi peradangan pada sistem vaskular. Asam oleat, asam lemak utama pada minyak zaitun, berperan menurunkan kolesterol jahat yang berbahaya bagi sistem kardiovaskuler.
Jauh sebelum penelitian ini, manfaat kesehatan minyak zaitun telah dikenal luas. Di Finlandia, sebuah program kesehatan publik yang dimulai pada tahun 90-an telah mengajak masyarakat untuk menggunakan minyak zaitun. Sebagai hasilnya, insiden stroke berkurang 65%, serangan jantung berkurang 75% dan kanker berkurang 65%. Lembaga pengawasan obat dan makanan AS (FDA) menyatakan bahwa ?bukti ilmiah terbatas dan tidak konklusif menunjukkan bahwa memakan sekitar 2 sendok makan (23 gram) minyak zaitun setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner berkat lemak tak jenuh rantai tunggal di dalamnya. Untuk mencapai manfaat potensial ini, gunakanlah minyak zaitun untuk menggantikan jumlah lemak jenuh yang sama dan tidak meningkatkan jumlah kalori yang Anda makan dalam sehari.?

Bagaimana dengan kita di Indonesia?

Berbeda dengan orang Eropa, terutama yang tinggal di wilayah Mediterania, kita tidak terbiasa menggunakan minyak zaitun dalam masakan kita. Sebenarnya, minyak kelapa/kelapa sawit yang biasa kita gunakan untuk memasak termasuk kategori minyak yang sehat. Minyak tersebut terutama mengandung asam lemak jenuh yang tidak mudah berubah menjadi asam lemak trans yang berbahaya oleh pemanasan. Tentu saja, asalkan pemanasannya tidak dilakukan berulang-ulang (tidak lebih dari tiga kali). Di banyak restoran dan pedagang kaki lima, kita sering melihat minyak goreng yang sudah berwarna gelap dan berkali-kali dipanaskan tetapi tetap dipakai untuk memasak. Tanpa kita sadari dan kendalikan, kita mungkin banyak mengkonsumsi minyak yang tidak sehat. Mengimbangi konsumsi minyak tersebut dengan minyak zaitun sebagai suplemen mungkin dapat menetralisir bahayanya.
 

Merokok Pasif Dapat Menyebabkan Tuli

Kalangan medis telah lama mengetahui bahwa menghirup asap rokok dari perokok, atau yang disebut merokok pasif, berbahaya bagi kesehatan. Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia dan lebih dari 60 di antaranya diketahui atau diduga menyebabkan kanker. Selain itu, seperti halnya dengan ?merokok aktif?, merokok pasif juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan pernapasan. Pada ibu hamil, merokok pasif meningkatkan risiko melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah, rentan terhadap infeksi pernapasan, dan memiliki gangguan perilaku. Studi terbaru menambahkan satu lagi masalah yang dapat ditimbulkan oleh merokok pasif: gangguan pendengaran pada remaja.
Sebuah penelitian terhadap lebih dari 1.500 remaja AS yang berusia 12- 19 tahun menunjukkan bahwa merokok pasif berdampak langsung merusak telinga anak-anak muda. Semakin besar paparan, semakin besar kerusakan yang ditimbulkan. Pada beberapa kasus, kerusakan tersebut cukup mengganggu kemampuan seorang remaja untuk memahami pembicaraan. Demikian laporan studi tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal khusus bedah leher dan kepala, Archives of Otolaryngology (7/2011).
Asap rokok meningkatkan risiko infeksi yang menghalangi suplai darah halus ke telinga sehingga dapat menyebabkan kerusakan kecil tapi fatal. Namun, belum diketahui dari studi tersebut berapa banyak paparan asap rokok yang berbahaya dan kapan kerusakan dapat terjadi. ?Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat, namun sementara ini untuk melindungi pendengaran dan kesehatan anak-anak Anda, sangat dianjurkan untuk tidak merokok di sekitar mereka?,  kata Dr Michael Weitzman, salah seorang peneliti.
Dalam studi tersebut, sekitar 40% dari 800 remaja yang telah terpapar asap rokok terdeteksi memiliki masalah pendengaran, dibandingkan hanya sekitar 25% dari 750 remaja yang tidak terpapar.  Menariknya, lebih dari 80% remaja-remaja tersebut tidak menyadari bahwa mereka memiliki masalah pendengaran. Kehilangan pendengaran ringan memang tidak selalu disadari oleh setiap orang. Namun, tes pendengaran secara jelas mengungkapkan bahwa mereka mengalami kesulitan mendengarkan suara berfrekuensi tinggi dan rendah. Jenis gangguan pendengaran ini umumnya hanya terjadi pada orang-orang lanjut usia atau pada anak yang terlahir tuli.
Remaja-remaja yang memiliki masalah pendengaran tersebut dapat kesulitan mengikuti pelajaran di sekolah dan rentan dituduh secara salah sebagai ?biang kerok? atau salah didiagnosis sebagai ADHD. Untuk mengatasi masalah pendengaran mereka, mereka harus menggunakan alat bantu dengar.

Nyeri Dada Tidak Selalu Karena Masalah Jantung



Nyeri dada hampir selalu menyebabkan kecemasan karena lokasinya berada di dekat jantung. Oleh karena itu, keluhan tersebut termasuk yang paling sering dikonsultasikan ke dokter. Padahal, penyebabnya tidak selalu berkaitan dengan jantung.
Manifestasi nyeri dada dapat berbeda-berbeda tergantung penyebabnya. Rasa nyeri mungkin dirasakan hanya di satu sisi atau di kedua sisi dada, terbatas atau menjalar sampai ke punggung atau lengan, berlangsung singkat atau lama, terjadi pada saat istirahat atau ketika beraktivitas/bernafas. Rasa nyeri sering terjadi bersamaan dengan gejala lain seperti mual, muntah, sesak nafas, berkeringat, atau gelisah.

Penyebab

Nyeri dada dapat disebabkan oleh banyak faktor, yang dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu jantung dan non-jantung. Penyebab paling umum nyeri dada karena masalah jantungadalah angina pektoris (sesak dada karena otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen). Masalah jantung lain yang menyebabkan nyeri dada antara lain adalah cacat katup jantung, penyakit otot jantung, gangguan irama jantung, danperadangan pada perikardium atau otot jantung (miokarditis).
Penyebab non-jantung dari nyeri dada termasuk:
  • Penyakit gangguan asam lambung/ maag
  • Radang selaput dada (pleuritis)
  • Gangguan saluran pencernaan, seperti kejang esofagus, ruptur di tenggorokan (esofagus pecah), peradangan pankreas (pankreatitis), radang kandung empedu
  • Penyakit paru-paru seperti embolisme paru, pneumotoraks, infeksi paru (pneumonia), kanker paru
  • Penyakit arteri utama (aorta), seperti aneurisma aorta, diseksi aorta
  • Gangguan otot dan dinding dada, seperti luka (memar, tegang otot, tulang rusuk patah) atau metastasis kanker
  • Mengkonsumsi obat-obatan seperti triptans, ergotamine, kokain
  • Gangguan kejiwaan seperti kecemasan, kepanikan dan depresi
Selain itu, ada penyakit lain seperti herpes zoster, sarkoidosis atau lupus eritematosus sistemik yang rasa sakitnya dapat dirasakan di daerah dada.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis, dokter akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memahami lebih rinci rasa nyeri yang dirasakan. Hal itu mencakup pertanyaan tentang:
  • Di mana lokasi nyeri, kapan dirasakan dan bagaimana rasanya (menggigit, menusuk, membakar).
  • Apakah rasa sakit terkait dengan gerakan tubuh atau posisi tubuh tertentu, saat bernafas atau makan.
Selain itu, dokter akan menanyakan penyakit sebelumnya dan faktor risiko lain yang mungkin ada. Dengan menggunakan stetoskop, dokter lalu memonitor suara jantung dan nafas Anda untuk mengetahui apakah ada kelainan.
Diagnosis standar nyeri dada termasuk elektrokardiogram (EKG) dan tes darah. Penyelidikan lebih lanjut mungkin dilakukan dengan ultrasound, sinar-X, CT scan atau gastroskopi untuk mengetahui lebih jelas masalah jantung, paru-paru atau lambung yang mendasari.

Pengobatan

Nyeri dada bukanlah penyakit tersendiri tetapi gejala suatu penyakit. Pengobatan hanya dilakukan setelah penyakit yang mendasarinya diketahui.
Nyeri dada dalam serangan akut angina pektoris, misalnya, dapat dihentikan cepat dengan nitrogliserin (trinitrat gliseril) yang diambil sebagai semprotan. Dalam serangan jantung, aliran darah ke otot jantung diperlancar dengan obat pengencer darah seperti aspirin, heparin atau dengan pelebaran arteri koroner yang tersumbat, misalnya, dengan menggunakan balon (balonisasi).
Bila penyebabnya adalah gangguan asam lambung (maag) maka pengobatan dilakukan untuk mengurangi produksi asam lambung atau menetralisir asam, misalnya dengan pemberian omeprazole, ranitidin dan antasid.

Darah di Tinja, Kapan Perlu Dicemaskan?


Melihat darah di tinja atau berceceran di toilet dapat membuat Anda panik. Untungnya, sebagian besar bercak darah di tinja bukanlah pertanda masalah yang berat. Pada kebanyakan kasus, penyebabnya adalah ambeien/wasir atau fisura anus. Wasir adalah pembuluh darah yang bengkak di dubur atau anus yang bisa menyakitkan, gatal, dan kadang-kadang berdarah. Perdarahan tanpa rasa sakit di dubur saat buang air besar adalah gejala umum wasir. Fisura anus atau perobekan lapisan anus saatmengeluarkan tinja yang keras adalah sebab lain adanya darah di tinja.
Namun demikian, Anda tetap perlu waspada karena penyakit lain mungkin dapat terlibat. Darah di tinja dapat merupakan gejala kondisi berikut:
  • Kanker/polip kolon (usus besar)
  • Kolitis ulseratif (radang kolon)
  • Penyakit Crohn
  • Infeksi bakteri, misalnya amubiasis dan salmonelosis
  • Divertikulitis
  • Penyumbatan arteri usus
  • Proliferasi tidak terkendali bakteri usus setelah konsumsi antibiotik
  • Penyakit tifus
  • Overdosis pengobatan antikoagulan
  • Konsekuensi dari sodomi

Tanda-tanda

Untuk memahami apakah darah di tinja berasal dari bagian anus/dubur atau sistem gastrointestinal yang lebih atas, tanda-tanda berikut perlu diperhatikan:
  • Pertama, coba dicermati lagi apakah warna merah/hitam di tinja Anda adalah darah. Makanan tertentu seperti daging, kembang kol, brokoli, tomat, pisang, atau suplemen zat besi dapatmenyebabkan tinja berwarna merah atau hitam.
  • Jika darah berwarna merah cerah, umumnya sumbernya berasal dari dubur, bagian akhir usus besar, atau anus. Jika berasal dari bagian yang lebih atas, darah umumnya berwarna lebih gelap atau hitam seperti arang dengan bau yang sangat tidak sedap. Warna tersebut disebabkan oleh proses pencernaan darah di sepanjang perjalanannya di usus.
  • Jika darah hadir di ujung tinja atau hanya di permukaan tinja, sumbernya berasal dari anus atau dubur. Wasir dan fisura anus adalah penyebab utamanya. Darah menstruasi pada perempuan juga bisa tanpa disadari menempel di tinja. Bila darah bercampur dengan tinja, sumber perdarahan lebih tinggi (di usus besar pada umumnya).
  • Tanda peringatan lain pada perdarahan yang bukan disebabkan oleh wasir adalah darah tidak melimpah. Polip prakanker di dekat ujung usus besar dapat meniru perdarahan wasir, namun jumlah darahnya biasanya tidak banyak. Bila terdapat polip, biasanya perdarahan hadir dalam ususselama bertahun-tahun sebelum lesinya menjadi kanker. Deteksi dini polip ini bisa mencegah perkembangannya menjadi kanker dengan pembedahan yang aman.
  • Jika terjadi perdarahan berulang dalam jumlah kecil atau ada rasa nyeri yang tumpul (sebah) di perut bagian atas, kemungkinan masalahnya di lambung atau usus Anda.

Diagnosis

Bila sumber perdarahan bukan wasir atau fisura anus, Anda perlu segera memeriksakan diri untuk mendiagnosis penyakitnya. Dokter dapat melakukan berbagai pemeriksaan berikut, tergantung pada usia, gejala, dan riwayat medis masa lalu Anda:
  • Pemeriksaan rektal. Kadang-kadang dokter dapat mendeteksi penyebab pendarahan  hanya dengan pemeriksaan dubur. Pada orang muda, pemeriksaan ini mungkin sudah cukup. Polip dan kanker usus besar lebih umum pada orang tua, sehingga penyelidikan perdarahan terutama lebih diperlukan pada pasien di atas usia 40 tahun.
  • Anoskopi. Anoskopi memungkinkan dokter untuk memeriksa anus dan rektum bawah. Hal ini dapat dilakukan melalui rawat jalan dan tidak memerlukan bius.
  • Sigmoidoskopi. Selama sigmoidoskopi, dokter dapat memeriksa rektum dan bagian usus besar yang lebih rendah. Sigmoidoskopi dapat dilakukan tanpa bius.
  • Kolonoskopi. Kolonoskopi adalah prosedur di mana dokter memeriksa seluruh usus besar, biasanya pada saat pasien dibius.

Darah di Air Mani: Penyebab Biasanya Tidak Berbahaya


Air mani yang kemerahan, bukan putih sedikit kekuningan, banyak membuat pria cemas. Mereka khawatir ada masalah serius yang menyebabkannya. Dalam kebanyakan kasus, darah di cairan sperma (atau dalam bahasa medisnya disebut hematospermia atau hemospermia) bukanlah hal yang terlalu merisaukan dan biasanya menghilang sendiri. Hematospermia jarang berhubungan dengan patologi berbahaya pada pria muda.

Penyebab

Hematospermia biasanya terjadi karena vena penis yang terluka oleh gerakan keras, mengenakan celana terlalu ketat atau cedera. Kebiasaan seks tertentu yang terlalu bersemangat atau terlalu sering juga dapat menimbulkan perdarahan. Penyebab umum lainnya adalah infeksi di kelenjar prostat (prostatitis), di vesikula seminalis/saluran ejakulasi, atau di uretra (uretritis). Penyebab infeksi dari hematospermia termasuk infeksi menular seksual (HIV, virus herpes simpleks, chlamydia, dll), tuberkulosis (TBC) dan sitomegalovirus.
Penyebab yang sangat jarang adalah masalah pembekuan darah, varises prostat dan tumor. Masalah pembekuan darah dapat disebabkan oleh hemofilia atau terlalu banyak mengonsumsi obat pengencer darah. Tumor atau kanker dapat terjadi di prostat, vesikula seminalis, atau uretra. Sebagian besar hematospermia yang terkait kanker terjadi pada pasien yang berusia lebih dari 40 tahun. Pada kira-kira setengah kasus, hematospermia tidak diketahui penyebabnya (idiopatik).

Diagnosis

Jika hematospermia berlangsung lebih 2 bulan, perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan penyebabnya. Faktor yang menentukan tingkat pemeriksaan meliputi usia pasien, durasi masalah dan kehadiran hematuria (darah di urin). Diagnosis dimulai dengan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Dokter mungkin akan menanyakan hal-hal berikut untuk menemukan penyebabnya:
  • Berapa kali darah telah terlihat pada air mani?
  • Kapan perdarahan mulai?
  • Apakah ada darah dalam urin atau perdarahan di daerah lain tubuh?
  • Seberapa sering Anda berhubungan seks?
  • Bagaimana kebiasan seksual Anda?
  • Apakah Anda memiliki penyakit lain?
  • Apakah Anda pernah menderita penyakit menular seksual?
Pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan dengan tes urin untuk mengetahui kehadiran infeksi dan foto rontgen untuk melihat struktur uretra.

Perawatan

Banyak pria beberapa kali mendapati darah dalam air mani (semen) mereka, yang lainnya mungkin hanya sekali. Pengobatan tampaknya tidak berpengaruh karena pada sebagian besar kasus penyebabnya tidak diketahui. Jika penyebabnya diketahui, pengobatan ditujukan pada penyebabnya. Dokter dapat memberikan antibiotik untuk waktu yang singkat jika ada infeksi. Hematospermia karena kanker atau varises prostat mungkin perlu operasi.

Darah di Air Seni, Perlukah Dicemaskan?


Darah dalam urin, dalam istilah medis disebut hematuria, adalah gejala yang kadang-kadang mengkhawatirkan. Perdarahan dapat menandakan penyakit ginjal berat. Namun, sebelum cemas, perlu diketahui bahwa warna merah kencing tidak selalu berkaitan dengan keberadaan darah. Kondisi-kondisi tertentu bisa salah dipahami sebagai hematuria. Misalnya, jika Anda telah makan bit atau rifampisin (antibiotik yang diekskresikan oleh ginjal) maka urin Anda akan berwarna merah. Untuk memastikan bahwa itu benar-benar darah, periksa latar belakang dan perkembangan warna merah urin Anda.

Penyebab
Pertama-tama, mari kita memahami aliran urin untuk lebih memahami kerusakan yang bisa menyebabkan perdarahan. Urin dibentuk oleh dua ginjal dari darah di arteri yang mengalir ke dalam unit-unit fungsional ginjal yang disebut nefron. Urin awal ini akan mengalami beberapa perubahan melalui berbagai tabung ginjal. Urin dalam bentuk akhir dibuang ke kandung kemih melalui dua ureter. Dari kandung kemih urin dikeluarkan melalui uretra saat buang air kecil. Sumber perdarahan dapat berada di semua tingkatan anatomi. Darah dapat berasal dari ginjal, ureter, kandung kemih, prostat atau uretra. Ketika darah muncul pada akhir buang air kecil (hematuria terminal), kemungkinan berasal dari kandung kemih atau prostat. Bila urin berwarna merah dari awal sampai akhir buang air kecil (hematuria total), darah kemungkinan berasal dari ginjal, meskipun dapat juga berasal dari kandung kemih.

Hematuria mungkin disebabkan tumor atau infeksi ginjal (nefritis, pielonefritis atau glomerulonefritis), infeksi di uretra (uretritis), prostat (prostatitis) atau kandung kemih (cystitis), dan pembesaran/tumor prostat. Kencing batu, yaitu batu ginjal yang terjebak di dalam ureter, ginjal, kandung kemih atau uretra, hampir selalu menyebabkan munculnya darah dalam urin. Faktor-faktor lain seperti obat pengencer darah yang mencegah pembekuan darah, atau obat-obatan anti-inflamasi seperti aspirin mendorong perdarahan saluran kemih. Cedera urogenital setelah jatuh, kelelahan parah, dan diabetes adalah sebab lain adanya darah di urin. Pada penderita diabetes, pembuluh darah memang rapuh sehingga risiko perdarahan lebih besar.

Hematuria sering muncul dengan tanda-tanda lain yang menyertainya seperti sakit perut, sensasi terbakar pada saat buang air kecil atau buang air kecil terlalu sering. Jika gejala ini persisten, penting bagi Anda untuk menemui dokter agar dapat mengetahui penyebabnya. Dokter biasanya akan mengambil sampel urine dan meminta melakukan USG atau urografi intravena. Pada penyakit ginjal seperti glomerulonefritis, biopsi ginjal mungkin dilakukan untuk mengkonfirmasi kondisi nefron, mengetahui jenis masalah dan menyesuaikan pengobatan.

Perawatan
Penanganan hematuria tergantung pada penyebabnya. Jika penyebabnya adalah infeksi saluran kemih, pengobatan antibiotika sudah cukup. Jika penyebabnya adalah tumor atau batu ginjal, mungkin memerlukan pembedahan. Dalam kasus pembesaran prostat, tujuan pengobatan adalah mengurangi volume kelenjar prostat.

Klasifikasi Stroke



Stroke dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu :
     a.       Non hemorragi / iskomik / infarte.
   1.      Transient ischemic attack ( TIA )serangan islamik sepintas TIA merupakan tampilan peristiwa berupa episode-episode serangan sesaat yaitu dari suatu disfungsi serebral fekal akibat gangguan vaskuler dengan lama serangan sekitar 2-15 menit sampai paling lama 24 jam.
2.      Devisit neurologis iskemik sepintas /reversibel ischemic neurologis devisit ( RIND)
Gejala dan tada gangguan neurolgis yang berlangsung lebih lama dari 24 jam dan kemudian pulih kembali ( dalam jangka waktu kurang dari 3 minggu )
3.      In Evolution/progresing stroke
Gejala gangguan neurologis yang  progresif dalam waktu 6 jam atau lebih.
4.      Stroke komplit ( Complete stroke/permannent stroke )
Gejala gangguan neurologis dengan LESI yang stabil sesama periode 18-24 jam tanpa adanya progresif lanjut.
b.      Stroke Hemorrgi
Pendarahan intrakronis dibedakan berdasarkan tempat pendarahnnya, yakni dirongga suprapraknoid yang bocor kedalam otak ( intra cerebra) . ada juga pendarahan subarakhnoid yang bocor kedalam otak atau sebaliknya. Selanjutnya gangguan-gangguan arteri yang menimbulkan pendarahan otak spontan di sebabkan lagi berdasarkan ukuran dan lokasi regional otak.

1.      Eksologi
Menurut Smeitzer (2001) stroke biasanya diakibatkan dari salah satu dari empat kejadian yaitu :
a.       Trambosis Serebral
Atheroscclerosis serebral dan perlambatan sirkulasi serebral adalah penyebab utama trombosis serebral yang merupakan penyebab paling umum dari stroke. Tanda-tanda trombosis serebral bervariasi. Sakit kepala adalah awitan yang sangat umum.

b.      Embolisme Serebra
Embolus biasanya menyumbat artheri serebral tengah dan cabang-cabangnya yang merusak sirkulasi serebral.awitan hemiparesisi tiba-tiba dengan afasia/tanpa afasia/kehilangan kesadaran pada pasien dengan penyakit jantung/pulmonal adalah karakteristik dari embolisme serebral
c.       Iskemia Serebral
Iskemia serebral (insufisiensi suplai darah keotak) Terutama karena konstriksi ateroma pada arteri yang menyuplai darah ke otak.
d.      Hemorraghi serebral
1.      Heorraghi ekstradural (hemorraghi epidural) adalah kedaruratan bedah neuro yang memerlukan perawatan segera
2.      Hemorraghi subdural pada dasarnya sama dengan hemorraghi epidural kecuali bahwa hemitomi subdural biasanya jembatan vena robek karenanya periode pembentukan hemitomi lebih lama dan menyebabkan tekanan pada otak.

2.      Patofosiologi
Menurut Long (1996) otak sangat tergantung kepada oksigen dan tidak mempunyai cadangan oksigen bila terjadi amoxis seperti halnya yang terjadi CVA. Metabolisme otak segera mengalami perubahan, kematian sel-sel dan kerusakan permanen dapat terjadi dalam 3 sampai 10 menit. tiap kondisi yang menyebabkan sel mati permanen dan berakibat terjadi infark.otak yang disertai dengan edena otak,karena otak karena pada daerah yang dialiri darah terjadi penurunan perfusi dan oksigen serta peningkatan karbon dioksida asam loktat.
Menurut Satyanegara (1998) adanya gangguan peredaran darah otak dapat menimbulkan jejas/cidera pada otak melalui empat mekanisme. Yaitu:
a.       Pecahnya dinding arteri (erebral yang menimbulkan penyempitan / penyumbatan kuman sehingga aliran darah dan suplainya ke sebagian otak tidak adekuat, serta selanjutnya akan mengakibatkan perubahan-perubahan iskemik otak , bila hal ini terjadi sedemikian hebatnya dapat menimbulkan hecrosis (infark)
b.      Pecahnya dinding arteri cerebral
Akan menyebabkan bocornya daerah ke jaringan (hamorraghi)
c.       Pembesaran sebuah atau sekelompok pembuluh darah yang menekan jaringan otak (misalnya,malformasi angiomatosa anaunisma)
d.      Edema cerebri yang merupakan pengumpulan cairan dinding interstesial jaringan otak.  

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes