Tampilkan postingan dengan label Saluran Napas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saluran Napas. Tampilkan semua postingan

Bisakah Anak Asma Berolahraga ?

Sebagai orang tua pasti akan memperhatikan setiap perkembangan anaknya, baik itu pertumbuhannya ataupun bila mengalami sakit penyakit. Apalagi bila anak ini mengalami suatu penyakit yang tidak sembuh2 atau kumat-kumatan. Pasti si orang tua ini akan mengupayakan berbagai cara agar anaknya bisa segera sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasa, diantaranya mengobatkan ke dokter atau bisa juga ke pengobatan lainnya. Nah , apabila sakit sianak juga tidak sembuh-sembuh tentunya akan membuat orang tua ini kebingungan akhirnya bertanya-tanya / mendengarkan petunjuk sana -sini yang akan semakin membuat gundah orang tua ini, terutama apabila mendengar saran dari orang yang kurang bisa dipercaya.

Salah satu keadaan diatas adalah pertanyaan dari seorang ibu yang menanyakan apakah anaknya yang menderita Asthma boleh berolah raga ?, karena ada yang menyarankan demikian, tetapi karena si ibu ini sangat menyayangi anaknya, ibu ini tidak tega menyuruh anaknya berolahraga bahkan lebih bingung lagi ibu ini menyatakan bahwa anaknya akan batuk hebat dan sesak nafas setelah berlari-lari, apalagi olah raga, gimana ini ?.

Apakah benar anjuran itu ? anjuran itu sama sekali tidak salah, memang asma bisa timbul bila sianak berlari-lari karena itu merupakan salah satu pencetusnya, terutama bila menghirup udara dingin dan kering ( lembab ), karena itu perlu diperhatikan beberapa tips untuk anak asma yang berolahraga :

* Apabila hendak olah raga, asma pada anak tersebut harus sudah terkontrol dengan baik ( artinya jangan pas lagi kena serangan asma disuruh olah raga !)
* Sebelum berolah raga harus melakukan tehnik pemanasan dulu ( warming up )
* Harus selalu menyediakan obat-obatan untuk mengendalikan serangan asma
* Olah raga terbaik untuk penderita asma adalah berenang dan bukan berlari, karena dengan berlari akan menyebabkan masuknya udara dingin dan kering kedalam pernafasan dalam jumlah besar dan mudah mencetuskan asma.

Dengan berolah raga diharapkan daya tahan tubuh sianak akan meningkat, sehingga bila berhadapan dengan faktor pencetusnya tidak akan terlalu berat gejalanya.



Bila Napas Anak Tiba-Tiba....Ngiiik....Ngiiik...

Bila si kecil tiba-tiba sulit bernapas dan napasnya mengeluarkan bunyi.. ngik..ngik..., pasti orang tua akan sangat cemas dan panik. Kondisi seperti ini tidak hanya mengkhawatirkan orang tua tetapi juga menakutkan bagi si anak. Melihat dari bunyi napasnya dapat disimpulkan si anak tadi menderita Asthma.

Asthma adalah penyakit saluran napas yang ditandai oleh 3 hal yaitu menciutnya saluran napas, pembengkakan selaput lendir saluran napas, dan pengeluaran lendir yang berlebihan. Ketiga hal ini menyebabkan penyempitan saluran napas. Sehingga menyebabkan anak merasa sesak dan saat mengeluarkan napas terdengar suara ngiik..ngiik, suara ini disebut sebagai Wheezing atau mengi. Biasanya selalu disertai batuk. Sesak yang berkepanjangan akan menyebabkan warna kebiruan disekitar mulut karena disebabkan kekurangan oksigen.

Sebetulnya gejala asthma tidak selalu sesak napas, Asthma yang ringan bisa terlihat sebagai batuk saja, tetapi batuknya khas yaitu periodik, variasi, dan reversibel. Periodik yaitu timbulnya pada waktu tertentu misalnya musim hujan, malam hari, makan makanan tertentu, atau bila stres.
Variasi yaitu sering timbul malam hari sedangkan siangnya tidak ada gejala.
Reversibel artinya bisa hilang timbul dengan atau tanpa pengobatan.
Biasanya pada keluarga terdapat riwayat asthma atau alergi. Ini merupakan faktor genetik.

Faktor Pencetus.
adalah faktor yang memudahkan timbulnya asthma. Apalagi bila ada faktor genetik semakin mudah faktor pencetus ini timbul. Apa saja faktor pencetus yang sering menjadi penyebabnya.
Beberapa faktor pencetus asthma :
Binatang terutama yang berbulu (jadi sebaiknya tidak memelihara binatang).
Aktivitas fisik yaitu olah raga atau lari-lari.
Bahan kimia semprot.
Tepung sari bunga.
Perubahan suhu.
Infeksi virus misalnya flu.
Tungau debu rumah.
Asap terutama asap rokok.
Obat (aspirin).
Emosi atau masalah psikologis.
Makanan tertentu, misalnya coklat ,es, kacang-kacangan, cemilan anak (krn zat pengawet, zat warna, atau bumbu penyedap dapat berperan juga)

Jadi , orang tua harus berusaha mengenali pencetus asthma pada anaknya. Bila tidak berhasil, kadang-kadang diperlukan tes alergi.

Pengobatan.
Selain menghindari faktor pencetus tadi, pengobatan pada asthma bertujuan melebarkan saluran napas, mengurangi pembengkakan, mengencerkan serta mengeluarkan lendir.
Dibagi menjadi pengobatan pereda ( diberikan pada waktu serangan sesak napas ) dan pengobatan untuk pengendali (diberikan tiap hari meskipun tidak ada serangan bertujuan untuk mencegah asthma).
Pengobatan pereda dapat berupa sirup, tablet atau hisapan. Biasanya dari golongan
beta agonis yaitu salbutamol, terbutalin, dll. Bisa juga obat golongan kortikosteroid yaitu methyl prednisolone(relatif aman), prednisone, triamcinolone, dll. Hati-hati pemakaian kortikosteroid jangka panjang dapat menimbulkan retensi air, sehingga anak menjadi gemuk dan wajahnya membulat (full moon face)dan gangguan pertumbuhan tulang.
Untuk pengendali biasanya campuran antara kortikosteroid dan beta agonis dengan masa kerja panjang contohnya campuran fluticasone dan salmeterol atau campuran budesonide dan formoterol.

Bila dengan pengobatan, sesak tidak mereda atau malah bertambah sesak bawa segera anak ke rumah sakit atau dokter terdekat, karena kekurangan oksigen dapat berbahaya.




 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes